Sabtu, 20 Oktober 2018


APAKAH ANDA SEORANG MUSLIM?


                Islam  mengajarkan  bahwa  hijrah  di jalan  Allah  akan  mendapatkan  pahala  yang amat besar.  Nahh  kita sebagai  umat  islam  harus  saling  mengingatkan  dalam  kebaikan.  Kita lirik sejarah para sahabat Nabi  yang  mememeluk Agama Islam seperti Abu Bakr. Dia bernama Abdullah bin Utsman, terenal dengan nama Abu  Qahafah at Taimiy berasal dari Bani Taimi bin  Murrah. Dialah laki-laki dewasa merdeka yang pertama kali masuk  islam sekaligus  sebagai pendukung pertama Rosulullah  membantu Rosulullah dengan harta dan jiwanya. Dia tegar bersama Rasulullah dan mempercayai Rasulullah saat orang lain mengingkari atau meraguannya.
Rasulullah SAW menceritakan :
إِنَّ اللَّهَ بَعَثَنِي إِلَيْكُمْ فَقُلْتُمْ كَذَبْتَ وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ صَدَقَ وَوَاسَانِي بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ
Sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian, lalu kalian mengatakan : “ Engkau dusta” sedangan Abu Bakr mengatakan : “Dia benar” lalu dia membantuku dengan harta dan jiwanya. (HR. Bukhari)
Dia jualah yang memberikan pembenaran terhadap peristiwa isra’ dan mi’raj Nabi saat orang-orang kafir Quraisy berusaha membuatnya ragu, namun ia sama sekali tidak bergeming. Sehingga tidak mengherankan kalau kemudian ia mendapatkan gelar ash shiddiq.
                Dari cerita tersebut kita bisa melihat betapa beruntunglah kepada orang yang selalu berniatan untuk selalu merubah dirinya menjadi jauh lebih baik dari sebelumya. Apalagi pada jaman teknologi ini haruslah memperbanya mengingat Allah dimanapun kita berada. Mengapa kita harus menjagai akhlak, iman dan ketakwaan kita? Karena dengan menjaga hal tersebut kita akan selalu dekat dengan sang Maha kuasa.




METAMORFOSA DIRI

          Setiap fenomena yang  terjadi di dinia ini merupakan  kehendak  Allah  SWT. Bulan yang mengitari bumi, bumi yang mengitari mentari, setiap tetes hujan yang turun, yang turun setiap jiwa yang ada  kemudian tiada  dan  masih sangat  banyak  yang  lainnya merupakan  kehendak-Nya. Salah satunya adalah  metamorfosis.
            Metamorfosis merupakan sebuah fenomena alam yang sangat menakjubkan . beberapa mahluk  hidup  mampu merubah wujud  menjadi bentuk  yang  lebih indah dan lebih fungsional. Tidak semua makhluk hidup mampu bermetamorfosis melainkan hanya beberapa makhluk hidup yang dikehendaki oleh-Nya. Makhluk yang dikehendaki Allah tidak hanya kupu-kupu, katak atau hewan yang bermetamorfosis yang kita pelajari pada biologi namun metamorfosis ini dapat terjadi kepada seluruh makhluk yang diehendaki.
            Mengapa bisa demikian? Apakah manusia merupakan perubahan wujud dari larva menjadi manusia? Metamorfosis  yang  dimakksud  metamorfosis perubahan wujud menjadi  lebih sempurna atau  lebih baik yang  tidak seluruh berarti perubahan fisik. Manusia bukan hasil perubahan dari larva, melainan makhluk sosial yang mampu mengendalikan dan  mengatur dirinya sendiri. Manusia melakuan perubahan untuk dirinya sendiri bahan mampu memengaruhi orang lain untuk berubah menjadi lebih baik.
Metamorfosis Diri, metamorfosis merupaan kebutuhan dan kewajiban diri yang dapat diganggu gugat, karena sudah menjadi kewajiban  manusia untuk berusaha berubah menjadi  peribadi  yang  lebih baik dan lebih sempurna. Contohnya manusia harus merubah sikap dan perilaku dari sikap dan perlaku bayi menjadi dewasa, buruk menjadi baik. Metamorosis diri harus dilakukan dengan usaha atau ikhtiar, tida terjadi secara otomatis, manusia menghadapi dua pilihan perubahan dalam hidupnya, berubah menjadi baik atau lebih buruk.
Metamorfosis diri seorang muslim merupakan upaya mengubah diri menjadi lebih sempurna atau lebih ideal yang mengarah untuk menjadi seorang muslim yang ideal. Sejatinya seorang  muslim  ideal adalah manusia yang mampu berperilaku dan berfikir yang tetap berada dalam koridor Al-qur’an dan As-sunnah. Segala tindakan yang dia lakukan semata-mata hanya untuk menggapai keridhoan Allah.
            Kita dapat melaksanakan tahap demi tahap, sedikit demi sedikit, tidak perlu sekaligus. Buankah  Al-qur’an  diturunkan  demi tahap? Bukankah kita belajar penjumlahan dan  pengurangan dulu sebelum mampu  menguasi soal-soal aljabar yang super komplek? Metamorfosis tidak selalu revolutif namun bisa juga evolutif.
            Mengapa  metamorfosis diri sebagai muslim ini kini menjadi lebih penting? karena lubang degra dasi  moral manusia  muslim semakin menganga dan semakin dalam. Kita tahu bahwa banyak sekali sikap-sikap manusia muslim dewasa ini semakin jauh dari harapan sebagai seorang muslim. Banyak yang menghabiskan wakktunya untuk menghambur-hamburkan harta dan bahkan bertindak yang tidak diridhoi Allah.  Manusia muslim dewasa ini banyak yang lebih senang mengisi waktu-waktu luangnya dengan kegiatan-kegiatan  yang  bersifat  wasted time dari pada mengisinya  dengan  memakmurkan majlis-majlis ilmu.
Lalu bagaimana agar bisa mermetamorfosis sebagai muslim secara ideal?
·            Luruskan Niat

Setiap perbuatan  merupakan  implementasi dari  niat sang pelaku. Apabila metamorfosis ini niatnya bukan  lillah, maka jangan harap metamorfosis ini akan berhasil, apalagi kalau niatnya hanya karena ingin dipuji. Banyak dari oarang-orang yang ditemukan berperilaku sebagai muslim hanya untuk disayang sang calon mertua, mendapatkan nilai yang bagus dari dosen atau ingin mendapatkan perhatian pacar.
Pastikan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah semata-mata untuk mencapai  keridhoan Allah, tida ada niat yang mengiringi.

·         Lakukan mulai dari hal-hal kecil

Menjadi seorang muslim ideal sangatlah sulit. Memerlukan waktu yang lama dan dilaksanakan secara konsisten dan kontinu. Banyak orang yang ingin segala sesuatu itu dapat dikerjakan  secara  instan. Padahal tidak semua hal dapat dikerjakan dengan instan. Lakukan dengan hal-hal kecil yang dimulai dari diri sendiri. Misalnya biasakan untuk memungut sampah atau duri dijalan  agar para pengguna jalan nyaman atau lebih mudah lagi kita bisa mulai metamorfosis ini dengan melafadzan Bismillahirahmanirahim setiap memulai kegiatan.

·         Lanjutkan dengan hal-hal yang sedang sampai hal-hal besar

Coba  bermain dengan  hal-hal yang  tingkatnya sudah sedang. Misalnya, menambah jam mengaji Al-qur’an, memengaruhi orang  lain  agar berperilaku sebagai muslim. Syukur-syukur kalau sedah ‘menangani’ hal-hal besar.

·         Jangan teburu-buru dan jangan terlalu memaksakan diri

Jangan  suka menganggap bahwa segala hal bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Kita tidak usah terburu-buru menjadi  seorang  muslim yang ideal walaupun kita berlomba-lomba dalam  kebaikan.  Lakukan  secara cepat dan tepat. Walaupun kita terburu-buru tetapi  jangan  juga dilambat-lambatkan. Jangan  memaksakan  diri, misalnya kita berperang secara fisik melawan musuh Allah namun pada saat itu kita tidak memiliki kemampuan perang sama sekali. Tapi hal ini harus ditanggulangi dengan cara banyak melatih, setumpul apapun punggung perang kalau sering diasah pasti tajam.

·         Lakukan secara konsisten dan kontinu

Bagaimanapun  setiap kegiatan yang dilakukan asl-asalan dan saka : saka inget, saka hayang sulit untuk menghasilkan prosuk yang berhasil. Harus ada komitmen untuk melaksanakan proses metamorfosis secara berkelanjutan. Kalau perlu paksa saja diri ini, tapi harus lihat juga situasi dan kondisi.

·         Jangan sombong dan jangan ekslusif

Kalau  kita sudah di atas, maka kita akan  mulai menghadapi sebuah penyakit baru yaitu star syndrom. Apabila kita sudah mulai menemukan jalan Allah atau  sudah bisa berdakwah ke banyak oarang, pastikan bahwa apapun yang kita lakukan adalah lillah, jangan mendewakan diri sendiri, pamer ibadah dan gengsi untuk berteman dengan orang  yang  kurang paham dengan islam.

·         Saatnya menjaring orang-orang untuk ikut bermetamorfosis

Ilmu  yang  tidak diamalkan atau dimakan sendiri bagaikan pohon tak berbuah. Muslim sejati tidak akan hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi memikirkan orang-orang disekitarnya. Ingat, Allah tidak akan  memasukan kita kesurga-Nya apabila Allah tak ridho, karena  sesungguhnya keridhoan-Nyalah yang mampu membawa kita kedalam kebahagiaan.

·         Pastikan metamorfosa kita berlangsung selamanya

Metamorfosis seorang muslim terdiri dari dub-sub metamorfosis yang sangat banyak metamorfosis-metamorfosis lain yang mengantri untuk dilakukan.


PELANGI KEHIDUPAN

        Kehidupan  manusia bagaian pelangi, pelangi merupakan  suatu fenomena alam  yang berupa cahaya  yang  tampak  di langit terdiri dari beraneka warna yang  saling  berjajar. Walaupun pelangi  terdiri dari  beraneka warna yang berbeda-beda, namun manusia yang  merubah  dirinya menjadi lebih baik bagaikan cahaya pelangi  yang  indah dipandang oleh mata. Setiap pelangi yang selalu menyihir setiap pasang mata yang memandangnya untuk  mengaguminya. Warna yang ada pada  manusia  jika disatukan dapat menghasilan  perpaduan  warna yang  indah  baik, buruk, cantik, tampan, jelek, pandai, bodoh seta berbagai kekurangan dan kelebihan. Akan tetapi yang taat pada sang ilahi akan memancarkan sinar cahaya yang beragam warna yang indah. Sinar sebagai pancaran membawa kejalan sang  ilahi  rabbi dari jalan yang gelap gulita menuju jalan terang menderang dan  keindahan  membuat orang terkagum-kagum sehinggaorang-orang mengikuti.








  

  BAGAIMANA MEMPERBAKI
AKHLAK YANG BURUK?

          Berikut  ini ada enam  kiat  untuk  memperbaiki akhlak yang buruk
·         Kiat Pertama
Akhlak  yang  baik  bisa  didapatkan  lewat  pergaulan  dengan  orang-orang  yang baik. Sebab tabiat itu bisa diibaratkan  pencuri, yang  bisa mencuri  kebaikan dan  keburukan. Hal  ini  dikuatkan  dengan  sabda Rasulullah  SAW  “seseorang  itu berada  pada  agama  teman  karibnya  maka  hendaklah salah  satu  seorang  di antara kalian melihat siapa yang menjadi temannya” (HR. Abu Daud, Tirmizi dan Ahmad)

·         Kiat Kedua
Mempehatikan  sebab-sebab  yang  mendatangkan  keutamaan  berpengaruh  terhadap  jiwa serta dalam  merubah  tabiatnya sebagaimana bermalas-malasan  yang  kemudian  menjadi  kebiasaan  hingga  tidak  ada  kebaikan  yang  didapatkan.

·         Kiat Ketiga
Terkadang  akhlak  yang  baik  itu terwujud  karena  mencari  yang dilakukan dengan  latihan  yaitu  membawa  jiwa kepada amal-amal  yang  bisa  mendatangkan  sifat  yang dimaksudkan. Siapa yang ingin memiliki sifat dermawan dan  murah  hati  maka dia harus memaksa dirinya untuk berkorban agar dia terbiasa dengannya.  Siapa  yang  ingin  memiliki sifat  tawadhu  maka  dia harus memaksa dirinya bersikap  seperti orang  yang  tawadhu. Begitu  juga halnya dengan sifat-sifat  terpuji  lainnya. Kebiasaan  untuk itu akan  membawa  pengaruh yang sangat besar. Sebagaimana orang  yang  ingin menjadi  penulis. Maka dia harus  melatih  dirinya dalam  tulis-menulis.  Jika ingin menjadi  ahli  fiqih harus  rajin berbuat seperti yang diperbuat  para ahli fiqih  hingga didalam hatinya tertanam  sifat  orang yang  mendalami  dan  memahami  ilmu. Tetapi  harus  diingat  dia tidak  bisa mendapatkan  pengaruh  latihan  itu dalam  tempo  sehari  dua hari. Pengaruhnya akan  tampak setelah  sekian lama, sebagaimana  tinggi  badan  yang  tidak  bisa diperoleh  hanya  dengan  latihan dalam  tempo sehari dua  hari, tetapi  latihan secara kontinu akan  membawa  pengaruh  yang  besa
·         Kiat Keempat
Yang  sangat diperlukan  orang  yang  melatih jiwanya sendiri adalah  kekuatan hasrat  selagi dia maju  mundur tentu  dia akan berhasil. Selagi merasa hasratnya melemah maa dia harus sabar . jia hasratnya semakin merosot maa dia menghukumnya  agar  tidak terulang seperti  kata seseorang  kepada dirinya sendiri “ Mengapa engkau mengataan sesuatu yang tida perlu? Akan ku  hukum  jiwamu  dengan puasa”.

·         Kiat kelima
Suatu  penyakit yang  membuat badan  kesakitan  harus diobati dengan kebalikannya jika  badan  terasa panas  maka  harus  diobati  dengan  yang dingin. Jika badan  kedinginan  maka harus diobati  dengan  yang  panas. Begitu  akhlak-akhlak  yang  hina yang  termasu  penyait  hati harus  diobati  dengan  kebaliannya. Penyakit  kebodohan  harus diobati dengan  ilmu  penyakit  kikir  harus diobati dengan  kedermawanan,  penyakit takabur  harus diobati  dengan  tawadu,  penyakit rakus  harus diobati  dengan  menghentikan hal-hal  menggugah  nafsu.
Yang  perlu dicatat seseorang  harus bisa  menahan diri  merasaan pahitnya obat dan bersabar  menahan  diri dari  hal-hal  yang  diinginnannya demi  pemulihan badannya  yang  sedang  sakit. Begitu pula kesabaran  dalam  berusaha  mengobati penyait  hati  yang  justru  inilah  yang  lebih  penting, sebab penyait  badan  bisa lepas  karena kematian  tetapi  penyakit  hati  bisa berkelanjut dengan  siksa yang abadi s etelah  kematian.

·         Kiat Keenam
Jalan  pertengahan dalam  akhlak  merupakan  tanda  kesehatan  jiwa. Beralilah dari jalan pertengahan  ini  merupaan  tanda penyakit perumpamaan pengobatan  jiwa itu seperti  pengobatan  badan. Sebagaimana badan yang  tidak diciptakan dalam keadaan sempurna yang bisa dibuat sempurna dengan latihan dan makanan, begitupun  jiwa yang  diciptakan  dalam  keadaan urang namun bisa dibuat sempurna yaitu dengan  pensucian  membimbing  akhlak  serta menyupainya dengan ilmu.



  

TIPS MEMPERBAIKI AkHLAK
MENJADI LEBIH BAIK


1. Ikut  Kajian
Ikutlah  kajian-kajian  yang bisa  mengantarkan diri kita menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Kajian  yang diikuti  sebaiknya semacam  Halaqah  Liqo atau  kajian-kajian kelompok kecil  lainnya. Kajian seperti ini biasa berdasarkan  level  pemahaman yang sama sehingga pada  saat belajar tidak  merasa malu  karena  sama-sama sedang belajar. Kajian kelompok seperti  ini juga bisa menguatan ukhuawah  sekaligus bisa saling memotivasi agar terus istiqomah di jalan Allah SWT . selain kajian seperti ini sebaiknya  ikut juga kajian-kajian  umum  yang  diselenggarakan di Masjid Ta’lim, kampus, rumah dan sebagainya.

2. Belajar dari yang penting Urgen
Menurut  pandangan  saya  berdasaran  pengalaman  nyata belajar  yang  paling utama untuk memperbaiki akhlak menjadi lebih baik, maka yang harus kita pelajari ialah belajar Al-Qur’an terutama belajar tahsin agar kita bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Selanjutnya belajar  tentang  tata  cara ibadah yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan contohnya  Nabi  Muhammad SAW. Setelah itu kita bisa belajar ilmu-ilmu yang lain seperti  Muamalah, Aqidah, Fiqih dan sebagainya.

3. Rajin Membaca dan Membeli Buku
Buku adalah  sumber ilmu pengetahuan  tidak ada  seorang  ulama  atau  profesor  yang  tidak  membaca atau  membeli buku. Oleh sebab  itu  salah  satu  hal  yang bisa kita lakukan  memperbaiki diri banyak-banyaklah  membaca  buku  terutama buku yang beraitan dengan persoalan hidup yang saat kita hadapi, misalkan buku tentang pembangungan akhlak. Seprti itu kita juga harus bersungguh meniakan diri untu membeli buku minimal 1 buku dalam satu bulan.

4. Belajar Sirah Nabawi, Sahabat dan Sohabiyah
Kisah  para rosul  dan sahabat baigi saya telah  memberikan inspirasi yang sangat luar biasa,  maka sudah  selayaknya bagi anda dan  kita semua yang ingin memperbaiki akhlak bacalah  kisah-kisah  para nabi,  kita bisa belajar tentang  makna  kehidup. Sudah sepatutnya juga anda memiliki buku-bukunya dan jangan dibiasakan untuk sering meminjam,  yakinlah  bahwa  buku  merupakan harta yang sangat berharga bagi kita dan anak cucu kita.

5. Bersahabat dengan Orang-orang Soleh atau Sholehah
Inihlah cara yang  sangat  jitu untuk memperbaiki akhlak, cobalah tengok sejenak dengan siapa anda bersahabt selama ini, maka kemungkinan besar akhlak anda hampir sama dengan  teman-teman anda. Yu kita bersahabat dengan orang-orang baik yang bisa membawa kita e surganya Allah SWT.

6. Teruslah Semangat Menuntut Ilmu
Dalam  Agama Islam menuntut  ilmu sudah diwajibkan ketika manusia lahir sampai dengan manusia  masuk  ke liang lahat. Oleh sebab itu jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu walaupun  titel yang kita miliki sudah berjejer dan keayaan  kita sudah  melimpah. Ingatlah bahwa hanya orang-orang  yang  beriman  dan  berilmu  yang  akan Allah angkat derajatnya.





METAMORFOSA PELANGI 

            Metamorfosa yaitu suatu siklus perubahan ulat menjadi kupu-kupu, begitu pun dengan  kita harus memiliki perubahan  semakin hari semakin baik.  Hidup memang pilihan namun  kita harus berpikir  logis bahwa hidup didunia  hanya  sementara, sebagai  manusia harus berhijrah  menjadi  lebih  baik. Berawal dari  yang  buruk atau bisa dikatakan seperti ulat yang   tidak disukai banyak orang.  apabila kita berubah terus menerus menjadi lebih baik maka akan  terus- menerus  sadar akan diri  sebagai  makhluk Allah , memang  dalam  perubahan  menjadi  lebih baik akan  banyak  rintangan  yang  akan dihadapi yaitu celaan dari orang, hinaan  orang lain  dan  lain-lain. Namun  setelah terlihat benar-benar tobat maka  banyak  orang  yang  menghormati  seseorang  yang  telah  bertaubat dengan sungguh-sungguht atau berubah menjadi  lebih  baik. Kita pun  bisa melihat apabila ulat telah  berubah  menjad i kupu-kupu yang  indah maka akan banyak disukai oleh orang-orang diseitarnya.
            Sebagai contoh Alm. Ustadz jepri adalah salah  satu  orang  yang  bertaubat  dengan sungguh-sungguh,  yang  berawal dari  kehidupan  yang  gelap gulita tanpa adanya dasar Agama sedikit pun,  menggunakan naroba yang dilarang oleh Agama Islam, mabuk-mabukan hingga  beliau  menjadi  seorang  pendakwah  besar  bahkan  banyak yang  menggundang beliau untuk berdakwah. Dari awal bertaubatnya banya sakali godaan, hinaan, ejekan orang lain. Namun beliau mengabaikan rintangan tersebut hingga beliau menjadi seorang Ustadz besar di indonesia dan di hormati, dikagumi oleh banyak orang,  hingga saat beliau meninggal banyak orang yang berbondong-bondong untuk mengantaran beliau ketempat terakhir beliau istirahat.





MAKNA HIJRAH
  
            Hijrah  sebagai  salah  satu  prinsip hidup harus senantisa ita maknai dengan benar. Secara bahasa hijrah berarti meninggalan. Seseorang diataan hijrah  jika telah  memenuhi 2 syarat, yaitu yang  pertama ada sesuatu yang ditinggalan  dan  kedua ada sesuatu  yang dituju. Kedua-duanya  harus dipenuhi oleh orang yang berhijrah. Meninggalan  segala hal yang buruk,  negative,  maksiat,  kondisi  yang  tidak  kondusif  menuju  keadaan  yang lebih baik,  positif dan  kondisi yang  kondusif untu k menegakan  ajaran  islam.
            Adapun hijrah memperbaiki diri yaitu merubah sikap, tingkah laku menjadi lebih baik. Merenunkan kesalahan masa lalu untuk mencapai diri yang lebih layak dan  lebih baik. Makna merubah diri akan merasaan  ketenangan di dunia dan akhirat, dicintai olehh Allah, dapat merasakan kenikmatan iman islam yang ada pada diri. 







Syair Taubat
  
Kupersembahkan kepadaMu harapanku wahai Tuhan
Sekalipun aku seorang  yang berdosa wahai Dzat yang Maha Pemberi dan Pemurah
Tatkala sesak dadaku dan sempit perjalanan hidupku
Kujadikan rayuanku sebagai  jalan mengharap  kebaikanMu dan kasih sayangMu.
Bukankah Engkau yang memberi aku makan dan hidayah??
Dan memang selamanyalah Engkau yang memberi anugerah dan ni’mat itu kepadaku

Semoga Yang Memiliki Ihsan mengampunkan kesalahanku
Dan menutup dosa-dosaku dan setiap perkara yang telah lalu
Sekiranya Engkau ampunkan aku, ampunkan dari kedurhakaan
Kezaliman, penganiayaan yang tak pernah terpisah dariku
Dan jika Engkau membalas siksa terhadapku, aku tidak akan berputus asa
Sekalipun  kesemuanya memasukkan diriku bersama salahku ke dalam neraka
Dia menjadi ramah ketika mengingat Tuhannya

Tetapi bila bersama yang lain di dunia ini dia membisu
Dia berkata: Kekasih, Engkaulah harapanku
Cukuplah hanya Engkau bagi orang-orang yang berharap; harapan dan kekayaan.
Kupelihara kasihku yang dicemari nafsu

Dan aku jaga janji kasih yang telah tercalar
Disaat kujaga, aku rindu, dan di saat kulelap aku berharap
Yang sesalu mengiringi langkahku; bersemangat dan berirama,
Maka dosaku adalah besar dari dulu dan kini
Dan keampunanMu yang mendatangi hamba,
meninggikan dan memuliakan (martabatnya).












DATAR PUSTAKA

Surana Dedih, 2013.  Berhijrah .  Jakarta :  Penerbar Swadaya
Supriono Imam, 2008. Menggapai Hidup Menjadi Lebih Baik dan cemerlang. Jaarata : Pusaka Progresif.
https://motivatorkreatif.wordpress.com/2014/11/03/6-tips-memperbaiki-akhlak-menjadi-lebih-baik/. diakses pada hari senin tanggal 17 Oktober 2016  pukul 01: 27 WIB








Tidak ada komentar:

Posting Komentar